
Dewa United vs PSS Sleman: Banten Warriors Andalkan Fondasi Pramusim dan Karakter Permainan
UPLIGA — Dewa United Banten FC kembali mendapat kesempatan tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027, Banten Warriors akan menjamu PSS Sleman di Banten International Stadium, Serang, Minggu (20/9/2026) sore WIB.
Pertandingan ini menjadi ujian berikutnya bagi Dewa United setelah mereka melewati rangkaian laga dengan jadwal yang cukup padat. Meski waktu persiapan tergolong singkat, skuad asuhan Osmar Loss tetap membawa kepercayaan diri berkat fondasi permainan yang telah dibangun sejak masa pramusim.
Persiapan Terbatas Tak Mengubah Fokus Dewa United
Dewa United memang menghadapi kendala dalam persiapan menuju pertandingan. Keterlambatan penerbangan setelah menjalani laga tandang membuat tim kehilangan satu hari latihan.
Situasi tersebut tentu bukan kondisi ideal, terlebih kompetisi memasuki fase awal dengan jadwal yang cukup rapat. Namun, Osmar Loss menilai pekerjaan yang dilakukan selama pramusim memberikan dasar penting bagi tim untuk tetap tampil kompetitif.
Pelatih asal Brasil tersebut percaya bahwa pemahaman pemain terhadap sistem permainan menjadi salah satu modal utama ketika waktu recovery dan persiapan pertandingan sangat terbatas.
Dewa United Datang dengan Modal Positif
Performa Dewa United pada awal musim juga menjadi bagian penting dari kepercayaan diri tim. Dalam tiga pertandingan sebelumnya, Banten Warriors mencatat hasil imbang 2-2 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC dan kemudian meraih kemenangan 3-1 saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa Dewa United mampu menjaga produktivitas meski harus menjalani periode pertandingan yang padat.
Namun, Osmar Loss tetap meminta anak asuhnya tidak kehilangan konsentrasi. Menurutnya, PSS bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.
Osmar Loss Waspadai Ancaman PSS
PSS Sleman datang dengan pekerjaan rumah tersendiri setelah melewati dua pertandingan awal. Dari dua laga tersebut, PSS telah kebobolan lima gol, sehingga aspek keseimbangan permainan menjadi perhatian utama skuad Super Elang Jawa.
Meski demikian, Osmar melihat PSS memiliki potensi untuk memberikan masalah. Ia menilai tim asal Sleman tersebut mampu menciptakan sejumlah peluang dalam pertandingan sebelumnya, tetapi penyelesaian akhir masih menjadi persoalan.
Karena itu, Dewa United tidak ingin terlena hanya karena melihat hasil pertandingan PSS sebelumnya.
Filosofi Permainan Jadi Pegangan
Bagi Osmar Loss, menghadapi PSS bukan hanya soal mengejar hasil akhir. Dewa United juga harus mampu mempertahankan identitas permainan yang telah dibangun.
Kontrol terhadap pertandingan, disiplin menjalankan instruksi, serta konsistensi dalam menerapkan filosofi tim menjadi aspek yang ingin dijaga oleh pelatih Dewa United tersebut.
Dengan fondasi yang sudah dibangun sejak pramusim, Dewa United berharap mampu menerjemahkan rencana permainan ke dalam pertandingan secara efektif.
Pertemuan dengan Gustavo Tocantins Jadi Momen Spesial
Pertandingan ini juga mempunyai cerita tersendiri bagi Osmar Loss. Pelatih Dewa United tersebut akan berhadapan dengan Gustavo Tocantins, penyerang PSS Sleman yang pernah bekerja bersamanya ketika berada di akademi Corinthians.
Osmar mengaku memiliki kenangan positif selama bekerja bersama Tocantins. Namun, hubungan tersebut tentu tidak mengurangi fokusnya dalam pertandingan.
Di lapangan, keduanya akan berada di sisi yang berbeda dan memiliki target masing-masing.
Dewa United Dituntut Konsisten
Dengan jadwal yang padat dan waktu recovery terbatas, kemampuan Dewa United menjaga konsistensi akan menjadi salah satu perhatian utama.
Banten Warriors memiliki modal hasil positif dari pertandingan sebelumnya, tetapi PSS datang dengan kebutuhan untuk memperbaiki posisi dan performanya.
Pertarungan di Banten International Stadium pun diprediksi berlangsung menarik. Dewa United akan berusaha mempertahankan momentum, sementara PSS membutuhkan respons kuat untuk memperbaiki sejumlah persoalan yang terlihat pada dua laga awal.
Bagi Dewa United, kuncinya bukan sekadar bermain agresif, tetapi tetap disiplin menjalankan identitas dan filosofi permainan yang telah mereka bangun sejak pramusim.
Sumber: UPLIGA







