
Hanif Sjahbandi Kembali ke Arema FC, Proses Pemulihan Jadi Perhatian Utama
Arema FC memastikan Hanif Sjahbandi kembali menjadi bagian dari skuad Singo Edan untuk musim 2026/2027. Gelandang yang sebelumnya pernah memperkuat klub asal Malang tersebut dipulangkan sebagai salah satu langkah Arema FC dalam mempersiapkan kekuatan tim untuk kebutuhan jangka panjang.
Bagi Aremania, sosok Hanif tentu sudah tidak asing. Ia pernah mengenakan seragam Arema FC sejak 2017 sampai 2022. Lima tahun tersebut menjadi periode penting bagi perjalanan kariernya sekaligus mempererat hubungannya dengan klub dan atmosfer sepak bola Malang.
Bersama Arema FC, Hanif menghadapi beragam situasi selama kompetisi. Ia turut berada dalam tim ketika Singo Edan berhasil mengamankan trofi Piala Presiden pada edisi 2017 dan 2019.
Setelah beberapa tahun berpisah, Hanif kini kembali ke lingkungan yang sudah dipahaminya. Pengalaman, karakter pemain, serta pengetahuannya mengenai kultur dan atmosfer klub menjadi sejumlah aspek yang diperhitungkan Arema FC.
Proses Pemulangan Hanif Dipersiapkan Arema FC
Manajemen Arema FC terlebih dahulu menjalani komunikasi serta evaluasi sebelum memutuskan membawa kembali Hanif. Posisi lini tengah yang membutuhkan tambahan kekuatan menjadi salah satu faktor, sementara pengalaman dan karakter sang gelandang juga dianggap sesuai dengan kebutuhan skuad.
Meski demikian, Hanif masih berada dalam tahap pemulihan. Arema FC tetap membuka kesempatan untuk melanjutkan kerja sama karena klub ingin proses pemulihan pemain berlangsung secara bertahap dan terukur.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut tidak semata-mata didasarkan pada keadaan Hanif saat ini. Perjalanan karier dan kemungkinan kontribusinya bersama tim di masa mendatang juga menjadi bahan pertimbangan.
“Kami melihat Hanif bukan hanya dari kondisi hari ini, tetapi juga dari perjalanan dan potensi kontribusinya untuk Arema FC ke depan," ucap Yusrinal.
Menurut Yusrinal, Hanif memiliki keuntungan karena sudah memahami lingkungan klub dan atmosfer di dalamnya. Pengalaman yang dimilikinya juga diharapkan dapat memberikan nilai bagi perjalanan tim.
"Dia sudah mengenal klub, mengenal atmosfer di sini, dan tentu punya pengalaman yang bisa menjadi bagian dari perjalanan tim. Karena itu, prosesnya kami siapkan secara bertahap dan terukur. Yang paling penting adalah memastikan dia benar-benar kembali dalam kondisi terbaik,” ujar Yusrinal.
Arema FC Tidak Memaksakan Hanif untuk Cepat Tampil
Kembalinya Hanif tidak membuat Arema FC langsung memasang target agar sang pemain segera tampil dalam pertandingan. Setelah proses kepindahan selesai, klub akan memberi kesempatan kepadanya untuk menuntaskan masa pemulihan sekaligus beradaptasi berdasarkan arahan tim medis dan pelatih.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi pemain sekaligus menjaga kesinambungan performanya. Manajemen ingin Hanif mencapai tingkat kebugaran yang optimal sebelum kembali memperoleh kesempatan bermain di laga kompetitif.
Kesiapan fisik tetap menjadi hal utama bagi Arema FC sebelum mengharapkan kontribusi Hanif di lapangan. Dengan proses yang dijalani secara bertahap, klub berharap gelandang tersebut nantinya mampu kembali memperlihatkan performa terbaik ketika sudah mendapatkan lampu hijau untuk bermain.
“Tidak ada target untuk memaksakan proses. Kami ingin semuanya berjalan sesuai tahapan. Hanif tahu apa yang harus dilakukan, tim juga akan mendukung prosesnya. Jadi ketika waktunya tiba, dia bisa benar-benar memberikan kemampuan terbaiknya untuk Arema FC,” lanjut Yusrinal.







